SHALAT BERJAMAAH LINTAS BATAS
(Tinjauan Fiqh Terhadap Shalat Jama’ah Via Teleconference)
A. Pendahuluan
Kemajuan teknologi menjadi seolah semakin tak terbendung, era global mendorong manusia untuk melintas batas geografis, hari ini jarak seolah bukan lagi menjadi sebuah permaslahan yang crucial dengan ditemukannya peralatan-peralatan yang bisa ‘melipat’ bumi. Tentunya perubahan ini memberi dampak yang cukup signifikan dalam setiap lini kehidupan, terlebih dalam kaitannya hubungan manusia dengan manusia lain (mu’amalah). Seseorang bisa saja melakukan trasnsaksi dengan yang lain tanpa harus menginjakkan kaki dan beranjak dari tempat duduk. Mereka cukup menekan beberapa tombol dan berhadapan dengan seperangkat peralatan canggih yang akhir-akhir ini mencuat sebagai alat ‘pelintas batas’, sebut saja dengan internet yang nantinya dalam internet itu sendiri terdapat beberapa fitur yanhg ditawarkan yang semakin mempermudah pekerjaan manusia.
Keawajiban teknologi super cepat salah satunya seperti yang telah disebutkan sebelumnya selainmembawa kemanfatan yang besar tentunya juga membawa sejuta permasalahan yang solusinya belum pernah terlintas dalam pemikiran orang-orang terdahulu. Permasalahan-permasalahan sebagai suatu akibat perkembangan zaman yang selau tidak akan pernah habis seiring dengan waktu.
Salah satu permasalahan yang timbul sebagai kaibat dari kemajuan teknologi sebagaimana tersebut diatas adalah permaslahan mengenai shalat berjamaah lintas batas. Maksudnya adalah shalat berjamaah dimana imam dan makmum tidak berada dalam satu majlis, akan tetapi antar imam dan makmum tersebut masih bisa berhubungan yakni denga kemajuan teknologi sebagaimana tersebut diatas, dengan teleconference misalnya, dimana ma’mum bisa mendengar suara imam , melihat suara imam dan mengikuti semua gerakannya akan tetapi keduanya tidak dalam satu majlis.
Ini menajdi permaslahan yang siginifikan karan nantinya hal ini terkait dengan sah atau tidaknya shalat bnerjama’ah. Dam bagi ma’mum tentunya yang mengikatkan diri kepada imam akan menajdi hal yang lebih penting dari pada imam yang tidak mempunyai kewajiban mengikatkan dirinya kepada ma’mum.
B. Permaslahan
Dari pendahulaun diatas permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana hukum shalat berjamah via teleconference?
C. Pembahasan
Shalat Jamaah
Shalat berjama’ah adalah salah satu ibadah yang dianjurkan oleh nabi sebagaimana dalam hadistnya yang diriwayatkan dari abi hurairah dar Ibnu umar r.a.[1]
صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة
Shalat berjamaa’ah ini sebagaimana diketahui adalah shalat yang teridiri dari imam dan ma’mum dimana ma’mum adalah orang yang shalat yang posisinya dibelakang imam dan berniat mengikatkan dirinya dengan imam dan mengikuti semua gerakan shalat imam dan niat untuk menjadi ma’mum dan mengikuti gerakan imam menajdi syarat sah shalat berjama’ah [2]
Artinya bahwa ketika sang ma’mum tidak berniat untuk mengikatkan dirinya dengan imam dan tidak mengikuti gerakan imam dalam shalat maka shalat berjama’ah ma’mum tersebut tidaklah sah. Kecuali jika ma’mum tersebutr memang berniat untuk melepaskan ikatan jama’ah antara dirinya dengan sang imam maka meskipun demikian shalat ma’mum tersebut sah akan tetapi sduah tidak ada kewajiban lagi untuk mengikut kepada imam, seperti pada hadis nabi sebagaimana dikutip oleh Abu Laits As Samarqand[3]
مُعاذاً رَضِيَ الله عَنْهُ أَطَالَ القِرَاءَةَ، فَانْفَرَدَ عَنْهُ أَعْرَابِيٌّ، فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ ، فَلَمْ يُنْكِرْ عَلَيْهِ، وَإنْ كَانَ لَغَيْرِ عُذْرٍ، فَفِيهِ قَوْلاَنِ:أَحَدُهُمَا: تَبْطُلُ، لاًّنَّهُمَا صَلاَتَانِ مُخْتَلِفَتَانِ فِي الحُكْمِ، فَلاَ يَجُوزُ أَنْ يَنْتَقِلَ مِنْ أَحْدَاهُمَا إلَى الأُخْرَىٰ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ كَالظُّهْرِ وَالعَصْرِ.
Selain mengenai pengikatan ma’mum atas imam sebagaimana tersebut diatas, ma’mum sebagai orang yang mengikut kepada imam yang posisinya ada dibelakang imam terdapat ketentuan menganai seberapa jauh ma’mum berada dibelakang imam.
Dalam Raudlah at Thaalibin disebutkan Bahwa ada beberapa syarat ma’mum bisa mengikatkan diri dengan imam diantaranya adalah ma’mum mengetahui gerakan imam baik secara langsung melihatnya, mendengar suaranya mendengar suara mutarajjim atau mengetahui dari gerakan ma’mum lainnya[4]
الشرط الثاني: العلم بالأفعال الظاهرة من صلاة الامام. وهذا لا بد منه نص عليه الشافعي، واتفق عليه الأصحاب. ثم العلم قد يكون بمشاهدة الامام، أو مشاهدة بعض الصفوف، وقد يكون بسماع صوت الامام، أو صوت المترجم في حق الأعمى، والبصير: الذي لا يشاهد لظلمة أو غيرها، وقد يكون بهداية غيره إذا كان أعمى، أو أصم في ظلمة.
Sedangkan syarat yang lainnya adalah posisi imam dan ma’mum dalam shalat.
“الأول: إذا كانا في مسجد، صح الاقتداء، قربت المسافة بينهما أم بعدت لكبر المسجد، وسواء اتحد البناء أم اختلف، كصحن المسجد، وصفته، أو منارته وسرداب فيه، أو سطحه وساحته، بشرط أن يكون السطح من المسجد، فلو كان مملوكاً، فهو كملك متصل بالمسجد، وقف أحدهما فيه، والآخر في المسجد. وسيأتي في القسم الثالث إن شاء الله تعالى. وشرط البناءين في المسجد، أن يكون باب أحدهما نافذاً إلى الآخر. وإلا، فلا يعدان مسجداً واحداً. وإذا حصل هذا الشرط، فلا فرق بين أن يكون الباب بينهما مفتوحاً، أو مردوداً مغلقاً، أو غير مغلق. وفي وجه ضعيف: إن كان مغلقاً، لم يجز الاقتداء. ووجه مثله فيما إذا كان أحدهما على السطح، وباب المرقى مغلقاً. ولو كانا في مسجدين، يحول بينهما نهر، أو طريق، أو حائط المسجد من غير باب نافذ من أحدهما إلى الآخر، فهو كما إذا وقف أحدهما في مسجد، والآخر في ملك. وسيأتي إن شاء الله تعالى. وإن كان في المسجد نهر، فإن حفر النهر بعد المسجد، فهو مسجد فلا يضر، وإن حفر قبل مصيره مسجداً، فهما مسجدان غير متصلين. قال الشيخ أبو محمد: لو كان في جوار المسجد مسجد آخر منفرد بإمام، ومؤذن، وجماعة، فلكل واحد مع الآخر حكم الملك المتصل بالمسجد. وهذا كالضابط الفارق بين المسجد والمسجدين. فظاهره يقتضي تغاير الحكم، اذا انفرد بالأمور المذكورة، وإن كان باب أحدهما نافذاً إلى الآخر"
Sebagaimana yang tersebut diatas bahwa kriteria pertama adalah ketika imam dan ma’mum tersebut berada di masjid maka tidak ada permasalahan mengenai berapa batasan jarak yang pasti antara imam dan ma’mum, boleh dekat ataupun jauh. Misalnya saja imam berada di dalam amsjid sedangkan ma’mum berada di menara masjid. Akan tetapi dengan syarat bahwa tidak ada yang menghalangi antara imam dan ma’mum atau adanya sebuah jalan yang terbuka yang menghubungkan antara imam dan ma’mum. Ketika jalan tersebut tertutup maka meskipun dalam satu masjid maka tetap tidak sah.
Sedang untuk kriteria Kedua adalah ketika imam dan ma’mum tidak berada dalam masjid akan tetapi bangunan lain maka ada dua macam . macam yang pertama adalah ketika sahalat berjama’ah tersebut berada dalam rumah yang luas atau
Jika agak menyamping Al Qaffal mengharuskan adanya pertemuan shaf antara banguna yang ditenpati imam dan yang ditempati ma’mum.
An nawawi menyebutnya
“الحال الثاني: أن يكون في غير مسجد، وهو ضربان
أحدهما: أن يكون في فضاء فيجوز الاقتداء، بشرط أن لا يزيد ما بينهما على ثلاث مائة ذراع تقريباً على الأصح. وعلى الثاني: تحديد. والتقريب مأخوذ من العرف على الصحيح، وقول الجمهور. وعلى الثاني: مما بين الصفين في صلاة الخوف. ولو وقف خلف الإمام صفان، أو شخصان، أحدهما وراء الآخر، فالمسافة المذكورة تعتبر بين الصف الأخير، أو الصف الأول، أو الشخص الأخير والأول، ولو كثرت الصفوف، وبلغ ما بين الإمام والاخير فرسخاً، جاز.
الضرب الثاني: أن يكونا في غير فضاء فإذا وقف أحدهما في صحن دار أو صفتها والآخر في بيت، فموقف المأموم، قد يكون عن يمين الإمام أو يساره، وقد يكون خلفه. وفيه طريقتان. إحداهما: قالها القفال وأصحابه، وابن كج، وحكاها أبو علي في «الافصاح» عن بعض الأصحاب: أنه يشترط فيما إذا وقف من أحد الجانبين، أن يتصل الصف من البناء الذي فيه الامام، إلى البناء الذي فيه المأموم، بحيث لا تبقى فرجة تسع واقفاً؛ فإن بقيت فرجة لا تسع واقفاً، لم يضر على الصحيح. ولو كان بينهما عتبة عريضة تسع واقفاً، اشترط وقوف مصلّ فيها وإن لم يمكن الوقوف عليها، فعلى الوجهين في الفرجة اليسيرة. وأما إذا وقف خلف الإمام، ففي صحة الاقتداء وجهان. أحدهما: البطلان. وأصحهما: الجواز إذا اتصلت المصفوف وتلاحقت. ومعنى اتصالها، أن يقف رجل، أو صف في آخر البناء الذي فيه الإمام، ورجل، أو صف في أول البناء الذي فيه المأموم، بحيث لا يكون بينهما أكثر من ثلاثة أذرع. والثلاث للتقريب."
Ketiga adalah ketika imam berada di masjid sedang ma’mum berada diluar masjid atau sebaliknya (dengan asumsi tidak ada penghalang antara imam dan ma’mum ) maka batas maksimal jarak antara imam dan ma’mum adalah 300 dzira’. Selanjutnya ada perbedaan menganai mulai dari manakah 300 dzira’ itu diukur. Hal ini juga ada beberapa pendapat. batas itu bisa diukur mulai dari bagian terluar masjid dan bisa juga diukur dari tempat berdiri imam sampai shaf pertama.
”الحال الثالث: أن يكون أحدهما في المسجد، والآخر خارجه فمن ذلك، أن يقف الامام في مسجد، والمأموم في موات متصل به. فإن لم يكن بينهما حائل، جاز، إذا لم تزد المسافة على ثلاث مائة ذراع."
Selain itu, wahbah Zuhaily juga menyampaikan hal yang sama bahwa syarat sah qudwah adalah mengetahui perpindahan gerakan imam baik dari imam sendiri, atau dari perantara meskipun perantara sendiri bukanlah orang yang ikut dalam shalat jama’ah tersebut, atau dari ma’mum lainnya. Menganai posisinya wahbah zuhaily pendapatnya samsa denga jumhur ulama’ yang lain.[6]
Teleconference sebagai sebuah media informasi yang belum lam dan sekarang dianggap sebagai ‘pelipat dunia’ ditemukan pada tahun 1969 oleh seorang yang bernama Murray Turoff [7]. Teleconference sebagai sebuah penemuan yang belumlah lama memabawa konsep bahwa seseorang yang tidak dalam satu tempat bisa saja meraka antar
Layanan ISDN mempunyai dua tipe akses yaitu Basic Rate Acces (BRA) yang dapat mengakses (2B D) dan akses melalui Primary Rate Acces (PRA) yang dapat mengakses (30B D) dimana kanal B mempunnyai kecepatan akses 64 kbps dan kanal D 64 kbps atau 16 kbps tergantung pada tipe akses yang digunakan . Kanal D pada PRA untuk Signalling dan kanal B sebagai Sinyal informasi paket switch . Dari analisa dan implementasi ini didapat banyak manfaat dan keuntungan bagi yang mengunakanya, dimana institusi atau person mendapatkan layanan teknologi komunikasi suara, data dan gambar yang interactive dan mendekati realtime [8]
Dengan media ini seseorang bisa saja melakakan suatu pekerjaan yang dilakuakan bersama-sama dalam satu tempat mungkin bisa dilaksanakan dengan bersama-sama tetapi tidak dalam satu tempat. Beberapa diantaranya adalah akad transaksi, rapat, dan lain-lain.
Shalat Berjama’ah Via Teleconference
Sebagai salah satu penemuan yang cukup mengundang minat public teleconference memegang peranan penting daam pemenuhan kebutuhan bagi orang sibuk yang tidak ingin direpotkan oleh jarak. Karana tidak ada perbedaan waktu secara riil dengan menggunakan teleconference.
Sebagaimana telah disebutkan dalam pendahuluan diatas, menganai bagaimana hukum shalat berjama’ah maka berdasarkan pemaparan mengenai batas jarak maskimal antara seorang imam dan ma’mum meskipun prinsip dasar yang digunakan oleh teleconference adalah tidak ada perbedaan waktu bahkan dalam kata lain bisa dikatakan bawha hal komunikasi dengan teleconference adalah komunikasi mendekati riil.maka bisa dilihat sebagai berikut.
Bahwa hukum melakukan shalat berjamaah dengan menggunakan media seperti teleconference tidak sah. Hal ini dikarenakan bahwa tidak ada kebersambungan antar imam dan ma’mum bahkan dalam hal ini bisa dikatakan bahwa ada penghalang yang menyebabkan antara imam dan ma’mum bisa bertemu langsung. Karna salah satu syarat sah shalat berjama’ah sebagaimana disebutkan diatas adalah antara imam dan ma’mum tidak ada penghalang.
Selain itu sebagaimana disebutkan diatas mengenai pendapat An Nawawi dalam kitabnya Raudlah at Thalibin dan Majmu’ Syarh muhadzdzab bahwa batas maksimal jarak antara imam dan ma’mum tersebut adalah 300 dzira’ untuk imam dan ma’mum yang berada di berada dalam rumah yang luas, atau cukup 3 dzira’ untuk jama’ah yang dilakukan diluar masjid akan tetapi tidak pada lahan yang luas seprti halaman rumah. Sedang untuk criteria yang terakhir yakni ketika imamd an ma’mum berada dalam bangunan yang berbeda adalah 300 dzira’ itupun syaratnya harus tanpa penghalang. Sedangkan konsep yang ditawarkan dalam teleconference adalah konsep yang melintasi batas bisa saja lintas batas
Selain itu sebagimana yang telash disebutkan mengenai syarat sah qudwah yakni adanya pengetahuan perpindahan gerakan imam baik dari imam sendiri, atau dari perantara meskipun perantara sendiri bukanlah orang yang ikut dalam shalat jama’ah tersebut, atau dari ma’mum lainnya. Sedangakan dalam teleconference syarat tersebut tidak terpenuhi karan ma’mum mengeathui perpindahan imam dari media computer.
D. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas, shalat berjamaah menggunakan media teleconference tidaklah sah karna telah melebihi batas maksimal jarak iamam dan ma’mum dan ma’mum tidak bisa melihat secara langsung imam sebagaiman yang dsiebutkan sebagai syarat sah qudwah, meskipun ma’mum tetap bisa mengikuti gerakan imam
Daftar Pustaka
Buku
Ahmad bin Husain Fathul Qarib al Mujiib Thaha Putra Semarang tt
Syaifuddin Analisa Dan Implemenstasi Teleconference Dengan ISDN Pada PT Telkom Divre 5 thesis Universitas Muhammadiyah Malang 2003
Sayyid Sabiq Fiqh Sunnah jilid I Daar al fatah Kairo 1999
Wahbah Zuhayly Fiqh islamy wa Adillatuh juz II Daar al fikr Mesir 2002
Softwere
Ariss Hadist Science Library
Arris Islamic Fiqh Library :
Abu Laits as Samarqand Al Muhadzdzab Daar Ihya’ tt
An nawawi Majmu’ Syarh Muhadzdzab Daar al Fikr 1996
__________ Raudlah at Thaalibin Daar al Fikr tt
Situs
www.dsv.su.se/jpalme/reports/cc-based-mis.html
[1] Shahih Muslim no 1038, lihat juga Shahih Bukhary no 609, Sunan Turmudzi no 199, Sunan Nasa’i no 828, Suna Ibnu Majah no 781, Musnad Ahmad no 5518, Muwattho’ no 264 Ariss Hadist Science Library .
[2] Ahmad bin Husain Fathul Qarib al Mujiib Thaha Putra Semarang tt hlm 16
[3]Abu Laits As Samarqand Al Muhadzdzab Daar Ihya’ tt 111
[4] An nawawi Raudlah at Thaalibin Daar al Fikr tt hlm 335
[5]Ibid selain itu dalam kitab yang lain Annawi menjelaskan hal ini meskipun dengan redaksi yang berbeda lihat An nawawi Majmu’ Syarh Muhadzdzab juz 4 Daar al Fikr 1996 hlm 216
[6] Wahbah Zuhayly Fiqh islamy wa Adillatuh juz II Daar al fikr Mesir 2002 hlm 1249-1251
[8] Syaifuddin Analisa Dan Implemenstasi Teleconference Dengan ISDN Pada PT Telkom Divre 5 thesis Universitas Muhammadiyah Malang 2003 hlm 3
[9]Antar imam dan ma’mum boleh terdapat penghalang akan tetapi penghalang tersebut tidak mencegah ma’mum untuk mengikuti gerakan imam dan mendengarkan suara imam lihat Sayyid Sabiq Fiqh Sunnah jilid I Daar al fatah Kairo 1999 hlm 170.

1 komentar:
pas banget nih postingannya. aku lagi nyari2 nih. trmksh ya..
Posting Komentar